Selasa, 26 Januari 2010 – 12:28 wib
Susetyo Dwi Prihadi – Okezone
Sumber: okezone.com

Skema Jardiknas

JAKARTA – Perbedaan pendapat yang menyatakan bahwa Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) hanya membangun jaringan saja dalam program Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas), dinilai keliru oleh anggota DPR. Sebab, Jardiknas adalah program Pustekkom maka tanggung jawab sepenuhnya ada di tangan mereka.

“Ketika Rapat Dengar Pendapat 22 Januari lalu, mereka (Pustekkom) hanya membahas mengenai jaringan melulu. Tapi tidak memberikan data seperti apa dampak Jardiknas ini terhadap mutu pendidikan,” papar Anggota DPR Komisi X Herlini Amran kepada okezone, di Jakarta, Selasa (26/1/2010).

Padahal, menurut Herlini, sudah sewajarnya Pustekkom harus bertanggung jawab penuh terhadap Jardiknas tersebut. Karena memang ini adalah program Pustekkom, terlebih Kepala Pustekkom Lilik Gani sudah mengakui kalau Jardiknas ini memang tanggung jawabnya.

“Mereka harusnya yang mengevaluasi secara keseluruhan, seperti syarat sekolah yang bisa dipasang Jardiknas, atau bagaimana jika sekolah tersebut mengalami masalah listrik yang sering naik turun. Lagipula Jardiknas inikan cocoknya untuk guru-guru, bukan anak-anak sekolah,” tambahnya.

Anggota dari Fraksi PKS ini juga tidak setuju kalau Pustekkom hanya bertugas membuat jaringan saja, tapi untuk pengadaan yang lainnya diserahkan kepada lembaga lain, seperti Direktorat Jendral (Dirjen).

“Kalau begitu siapa nanti yang akan mengevaluasi secara keseluruhan? Ini dana pendidikan, loh,” tandasnya.

Saat ini, Komisi X akan segera melakukan rapat internal untuk membahas mengenai sikap DPR terhadap program Jardiknas tersebut. Karena sekarang, dana APBN sebesar Rp150 miliar yang dikucurkan masih ditunda. Sayangnya, program ini telanjur sudah dijalankan, bahkan Pustekkom harus berhutang sebesar Rp40 miliar untuk membayar tagihan sewa ISP. (tyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here