sumber: detiknews.com
Minggu, 14/02/2010 15:55 WIB

Indra Subagja – detikNews

Jakarta – Anggota Komisi X (Pendidikan) DPR menilai langkah pihak SMUN 4 Tanjungpinang, Kepri, mengeluarkan 4 siswanya gara-gara menghina guru di facebook berlebihan. Semestinya sekolah tidak langsung memberikan keputusan itu.

“Itu sewenang-wenang,” kata anggota Komisi X DPR Herlini Amran saat dihubungi detikcom, Minggu (14/2/2010).

Semestinya pihak sekolah memberikan peringatan terlebih dahulu kepada para siswa itu. “Kesalahan itu kan bukan tergolong fatal. Semestinya dicari penyelesaian yang baik,” kata politisi PKS ini.

Namun lepas dari persoalan ini, Herlini menduga pasti ada sesuatu yang terjadi dalam hubungan guru dan para murid itu. “Guru yang baik itu pasti mendapat simpati, tidak mungkin dikata-katai,” tutupnya.

Empat siswa SMU Negeri 4 Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dikeluarkan bersamaan karena dianggap menghina guru lewat jaringan sosial facebook.

Keempat siswa itu adalah Al, Ya, Ha dan siswi berinisial Am. Kabarnya keempat siswa ini kesal atas tugas rumah yang diberikan seorang guru wanita bidang keterampilan karena terlalu berat.

Lantas salah satu dari mereka melampiaskan kekesalan terhadap guru itu di facebook. Obrolan empat siswa itu beredar di sekolah dalam bentuk lembaran fotokopian. Kalimat yang tertulis di facebook itu telah menyinggung guru yang bersangkutan.
(ndr/nrl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here