Kamis, 18/02/2010 | 14:41
sumber: Jurnal parlemen.com

Iman Firdaus – Jurnalparlemen.com

Senayan – Pemecatan empat siswa SMAN 4 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, yang menghina gurunya lewat jejaring sosial facebook, sudah sesuai dengan aturan.

“Sebelum keempat siswa dikeluarkan, mereka sudah mendapatkan peringatan, dan juga orang tuanya serta sudah diberitahukan kepada kepala dinas setempat,“ ujar Herlini Amran, anggota Komisi X dari F-PKS yang saat ini sedang berkunjung ke Tanjung Pinang.

Menurut Herlini, dari empat siswa tersebut tiga di antaranya anak manis dan hanya seorang yang nakal serta suka merokok. Menurut Herlini, tidak benar bila guru keempat siswa tersebut tidak memberi maaf. “Mereka sudah saling memaafkan. Orang tua siswa juga sudah datang menemui guru dan sudah selesai,“ katanya.

Namun, sesuai dengan tata tertib dan peraturan dari sekolah, para siswa memang dikeluarkan karena perbuatannya. “Dalam bahasa mereka, dikembalikan kepada orang tua masing-masing,“ ujar Herlini.

Setelah dikeluarkan, keempatnya pun sudah dicarikan sekolah oleh kepala dinas pendidikan setempat. Namun mereka tidak satu sekolah lagi, ada yang di sekolah swasta dan ada yang di sekolah negeri.

Seperti ramai diberitakan, empat siswa SMAN 4 Tanjung Pinang menghina guru mereka lewat facebook dengan tulisan: “guru itu harus dimutilasi, dikarungin dan dibuang ke laut aja.” Kata-kata kasar inilah yang membuat keempatnya dikeluarkan dari sekolah. (imf/zik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here