Rabu, 10/03/2010 | 19:58

SUMBER: Iman Firdaus – Jurnalparlemen.com

jurnalparlemen.com (iman firdaus)

Senayan – Di hari jadinya yang ke-54 tahun, Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) diharapkan bisa menjadi tempat berhimpunnya para artis yang bisa menjaga idealismenya serta bisa menjaga harga diri dan moral bangsa. Demikian dikatakan Herlini Amran, anggota Komisi X DPR dari Fraksi PKS.

Herlini menyayangkan masih banyak artis yang tergiur dengan imbalan honor yang besar tanpa memperhatikan perannya di film. Alhasil masih banyak film-film yang diproduksi tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa. “Masih mendominasinya film-film bergenre horor, mistik dan vulgar, sungguh sangat memprihatinkan,” ujar Herlini kepada Jurnalparlemen.com, Rabu (10/3).

Di sisi lain, Herlini memberikan apresiasi kepada insan perfilman yang mampu memproduksi film yang laku di pasaran, berkualitas, dan bisa memberikan edukasi serta pencerahan. Contohnya Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Sang Pemimpi, Jamila dan Sang Presiden, dan lain-lain.

Herlini menilai, sejauh ini Parfi belum sesuai yang diharapkan. Mestinya Parfi dapat menjadi wadah, alat penghimpun, pemersatu dan penyaluran daya kreasi artis film Indonesia, khususnya mempertinggi derajat dan martabat kesenian melalui film nasional sesuai dengan filosofi lahirnya Parfi. “Parfi bisa menciptakan artis film yang kreatif, inovatif, idealis dan tidak terkekang dengan pemilik modal,” ujarnya.

Bagaimanapun, lanjut Herlini, film merupakan dokumen sosial yang sangat penting untuk mengangkat karakter budaya suatu bangsa. Herlini berharap, ke depan makin banyak produksi film yang berkualitas, tanpa mengabaikan pangsa pasar tetapi juga tidak mengabaikan moral dan akhlak bangsa.

Parfi merupakan salah satu organisasi profesi keartisan paling tua yang tetap eksis hingga saat ini. Saat ini Parfi dipimpin artis senior, Yenny Rachman. (imf/zik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here