sumber: gatra online

Jakarta, 15 Maret 2010 08:54
Anggota Komisi X DPR RI Angelina Sondakh mendesak Kementerian Pendidikan Nasional melakukan pengawasan ketat atas distribusi soal maupun penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2010, guna meminimalisir berbagai penyimpangan.

Politisi yang juga Puteri Indonesia 2005 itu mengomentari hal itu, di Jakarta, Minggu (14/3), sehubungan dengan semakin dekatnya penyelenggaraan UN di Indonesia dan masih banyaknya keluhan dari berbagai daerah mengenai hal-hal teknis distribusi soal maupun penyelenggaraannya.

Menurut perempuan bernama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh yang biasa dipanggi Angie itu, pihaknya berharap UN bisa dilakukan dengan teknis semakin baik, menggunakan dukungan sarana teknologi informasi, atau melalui sistem online, sehingga berbagai penyimpangan seperti bocornya soal ujian, tidak akan terjadi lagi.

“Kami mendukung pelaksanaan UN secara online, namun harus secara bertahap sebagaimana telah dicanangkan oleh Mendiknas,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Angie sependapat dengan rekannya sesama Komisi X DPR RI dari FPKS, Herlini Amran, agar para siswa mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi UN, antara lain dengan mengurangi aktivitas lain yang menyita waktu serta pikiran, seperti bermain Facebook atau nonton.

Sebagaimana jadwal nasional, UN itu sendiri untuk tingkatan siswa SMA, dijadwalkan digelar mulai tanggal 22 Maret mendatang.

“Kami di Dewan amat mendambakan UN 2010 ini berjalan dengan lancar dan memenuhi target kelulusan.Kalau memungkinkan, dan ini bukan suatu yang mustahil, yakni tingkat kelulusan hingga 100 persen,” tandas Angie. [TMA, Ant]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here