Rabu, 24 Maret 2010 23:28
Oleh : Adhie

LINGGA – Anggota komisi 10 DPR RI Herlini Amran,MA yang berasal dari daerah pemilihan Kepulauan Riau dari PKS melakukan reses ke Lingga. Reses kali ini juga berhubungan dengan pemantauan Ujian Nasional (UN) karena komisi 10 DPR RI membidangi bidang pendidikan dan pariwisata. Herlini dijadwalkan di Lingga selama 5 hari.

Lingga mendapat kunjungan pertama sekali anggota DPR RI setelah pemilihan April 2009 lalu, kunjungan yang dilakukan oleh politisi yang mewakili perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera ini disambut bangga banyak pihak karena jarang anggota DPR yang reses datang ke Lingga ungkap salah seorang warga Daik kepada terkininews.com

Herlini sampai di ibukota kabupaten Lingga pada Selasa, 23 Maret 2010 kemarin langsung malamnya melakukan pertemuan dengan simpatisan dan tokoh masyarakat Daik Lingga demi menyerap aspirasi yang jarang-jarang bisa dilakukan masyarakat Lingga bertemu dengan anggota DPR RI.

Rabu pagi Herlini melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah yang ada di Daik Lingga, yang pertama dikunjungi adalah Madrasah Aliyah YPKL Lingga dengan total murid yang mengikuti UN pada tahun ini sebanyak 7 orang saja. Setelah selesai mengunjungi MA YPKL, rombongan langsung menuju SMAN1 Lingga.

Herlini juga didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Kepri Hanafi Ekra,S.Ag dan Drs.Zakaria dari DPRD Kabupaten Lingga yang juga dari politisi PKS.

Kepala sekolah SMAN 1 Lingga , Rapion sangat berharap bahwa UN ini bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas daerah untuk menjalaninya, karena tidak adil jika sekolah yang fasilitasnya sudah lengkap seperti di kota-kota disamakan soal ujiannya dengan siswa-siswi yang belajarnya dengan sarana dan prasana terbatas tapi dituntut sama hasilnya harap Rapion seperti disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.

Herlini juga menjelaskan kalau PKS dan PDIP lah di DPR pusat yang tidak setuju keberadaan UN di Indonesia karena tidak adil dan menyengsarakan siswa-siswi.UN harus diubah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan siswa dan pihak guru diberbagai tempat atau dikembalikan saja seperti dulu papar Herlini menjelaskan. Setelah berdialog dengan pihak sekolah, rombongan langsung menuju dinas pariwisata dan disdikpora.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here