sumber: koranriau.co.cc

March 27th, 2010 by admin No comments »

DAIK,METRO: Anggota DPR RI, Herlini Amran MA dari daerah pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) reses ke Kabupaten Lingga Lingga. Anggota komisi 10 yang membidangi Pendidikan dan Pariwisata meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) di Bumi Ibu Melayu.

’’Mungkin kita akan di sini selama lima hari, untuk menjaring aspirasi masyarakat,’’ terang Herlini, Kamis (25/3).

Kunjungan yang dilakukan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera ini disambut bangga banyak pihak. ‘’Paasalnya jarang anggota DPR yang reses datang ke Lingga,’’ ungkap sejumlah warga Daik Lingga. Kepada sejumlah wartawan Herlini mengaku senang saat tiba di Kabupaten Lingga. Bahkan saat meninju ke sejumlah sekolah yang melakukan UN, Herlini yang didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Kepri Hanafi Ekra,S.Ag dan Drs.Zakaria dari DPRD Kabupaten Lingga yang juga dari politisi PKS, tak henti-hentinya memuji perkembangan Lingga.

Menurut Herlini, di DPR RI pusat Fraksi PKS dan PDI-Perjuangan, tidak setuju keberadaan UN di Indonesia. Karena tidak adil dan menyengsarakan siswa-siswi. Menurutnya, UN harus diubah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan siswa serta pihak guru di berbagai tempat atau dikembalikan saja seperti dulu lagi.

Kepala sekolah SMAN 1 Lingga Rapion kepada sejumlah wartawan sangat berharap bahwa UN ini bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas daerah untuk menjalaninya. Sebab, tidak adil jika sekolah yang fasilitasnya sudah lengkap seperti di kota-kota disamakan soal ujiannya dengan siswa-siswi yang belajarnya dengan sarana dan prasana terbatas tapi dituntut sama hasilnya.

Sejumlah siswa yang berhasil dijumpai usai melaksanakan UN mengaku sangat tertekan dalam mengerjakan jawaban dari soal-soal. Lantaran para siswa dihantui perasaan bahwa mereka tidak akan lulus. Ini seperti dituturkan Ani.

Gadis ini meminta UN harus dihapus. Sebab dalam mengerjakan soal-soal para siswa sudah tidak nyaman lagi. Ani berharap tahun depan pihak Dinas Pendidikan Lingga tidak menyamakan kualitas semua sekolah sama baik di Jawa maupun di Sumatera. ’’Kalu di lihat di Tv disana lengkap tidak seperti kami yang ada di sini, bagaimana kami bisa nilainya sama dengan mereka kalau fasilitas yang ada di sekolah kami kurang,’’ terang Ani. (oni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here