sumber: fpks-dpr ri
Rabu, 31/03/2010 10:03:12 | 142 hit | Versi Cetak | Email ke Rekan

Fraksi-PKS Online: Jakarta – Perkembangan film Indonesia telah bangkit dari mati suri. Secara teknis sinematografi film yang dihasilkan saat ini jauh lebih baik dari era sebelumnya. Cengkeraman film-film asing pun terhadap pasar film dalam negeri mulai mengendur dengan banyaknya film-film buatan anak negeri yang beredar di bioskop.

“Kit amasih menyayangkan perkembangan itu hanya dari aspek kuantitas saja, kualitas belum. Maksudnya, film yang ada belum menjadi media pembelajaran dan motivator bagi masyarakat,” kata Herlini Amran menanggapi hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, di Jakarta.

Anggota Dewan yang membidang masalah perfilman di Komisi X ini menyesalkan masih banyaknya film yang bergenre horor dan seks yang muatan edukasinya masih minim. Contohnya Diperkosa Setan, Hantu Pocong Perawan, Suster Keramas dan lainnya.

“Walau tidak bisa dinafikan beberapa film yang diproduksi sudah berkualitas, sebut saja Laskar Pelangi, Ketika Cinta Bertasbih, Emak Pengen Naik Haji,” katanya.

Herlini berharap di Hari Film Nasional ini, para sineas muda Indonesia bisa lebih banyak menghasilkan film yang tidak sekedar menjadi tontonan semata akan tetapi sekaligus bisa menjadi tuntunan.

“Masyarakat yang beradab salah satunya bisa tercipta melalui film yang bermutu. Tentunya film yang mengangkat karakter bangsa yang bermartabat dan berbudaya,” ungkap Herlini yang juga Anggota Dewan Syariah Pusat PKS.

Menyoal Lembaga Sensor Film atau LSF, politisi PKS dari Dapil Kepri ini berharap peranannya harus lebih dioptimalkan. Sanksi dan hukuman harus diberikan pada pihak yang memproduksi film yang bertentangan dengan Undang Undang Perfilman. Sementara itu penghargaan (reward) juga harus diberikan bagi para sineas yang memproduksi film-film yang mendidik.

“Apalagi UU Perfilman sudah ada, tinggal bagaimana membumikan UU tersebut sehingga perfilman Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri dan bisa go international juga,” pungkas Herlini Amran.

Pengirim: Yusuf Hasan Update: 31/03/2010 Oleh: Rafli W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here