Senin, 17/05/2010 | 11:42

Iman Firdaus – Jurnalparlemen.com

Senayan – Herlini Amran, Anggota Komisi X DPR RI yang menangani persoalan bidang pemuda dan olahraga mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya terkait kekalahan tim Piala Thomas Indonesia dari China dalam final yang berlangsung Minggu (16/5). Kegagalan membawa Piala Thomas ke Tanah Air merupakan pekerjaan rumah (PR) besar buat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

Menurut Herlini, dirinya memang mengapresiasi perjuangan Taufik Hidayat Cs yang telah memberikan penampilan terbaiknya. “Mereka sudah fight untuk menaklukkan tim China, hanya saja materi pemain kita perlu pembenahan karena tidak berimbang,” ujarnya dalam rilis yang diterima Jurnalparlemen.com, Senin (17/5).

Lebih lanjut, politisi dari Fraksi PKS ini mengatakan setidaknya turnamen kali ini menjadi catatan penting bahwa perlu ada evaluasi yang mendalam dari tim bulutangkis kita. “Apalagi sudah empat kali berturut-turut kita tidak mampu merebut Piala Thomas dari tangan China. Masak harus menunggu kekalahan sampai lima kali baru bisa merebut piala tersebut,” ujarnya.

Anggota DPR daerah pemilihan Kepulauan Riau ini berharap kegagalan ini menjadi PR buat Menegpora bahwa tidak hanya persoalan persepakbolaan saja yang perlu ditangani, akan tetapi bulutangkis kita juga perlu mendapat ekstra perhatian.

“PBSI harus memformat ulang upaya regenerasi atlet bulutangkis, sehingga dua tahun ke depan kita menghasilkan materi pemain baru yang lebih profesional. Apalagi terkait Sea Games yang segera menjelang, kita perlu mempersiapkannya dengan baik sehingga tidak menjadi pecundang di negeri sendiri,” ujarnya. (imf/zik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here