Penanya:
asslamu’alaikum ibu herlini.
salam kenal, saya mau berkonsultasi tentang permasalahan yg sangat mengganggu saya akhir2 ini, apakah parfum untuk akhwat sekarang ini jd diperbolehkan?
kenapa saya bertanya demikian?
karena sekarang banyak akhwat yang memakai parfum apakah itu collogne atau parfum yg seperti perempuan lainnya pakai yg dari jarak 5 mtr sudah tercium baunya.

selanjutnya masalah jilbab , dari al-Quran yg saya pahami adalah …menutupi dada, tapi sekarang ada beberapa akhwat yang diatas dada memakai jilbabnya.

ada lagi ustadzah, apakah kalau kita pakai pakaian atas bawah apakah bajuaatasnya harus menutupi (afwan) pantat ataukah boleh diatas (afwan)pantat?
saya bertanya ini karena fenomena sekarang sepertinya akhwat sudah tidak memperhatikan kembali kaidah berpakaian islami dengan alasan untuk bisa gaul dg berbagai kalangan. mungkin saya salah menilai oleh karenanya saya sangat berharap jawaban dr ustadzah, jazakillah khoiron katsiiron.
wassalamu’alaikum

Herlini Amran:
wa’alaikumsalam wr. wb
Nanda yang dirahmati Allah,
ada beberapa hadits yg terkait dengan parfum:
1. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” (Shahih riwayat Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasai dari jalan Abu Hurairah)
2. Dari Abu hurairah:“Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:” Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid? ” ia menjawab: “Ya”. Abu Hurairah kemudian berkata lagi: “Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid) {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi)

3. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut)” {Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
4. Diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi,An-Nasa’i)

Dari hadits-hadits di atas, tidak diragukan lagi bahwa memakai wewangian diharamkan bagi wanita yang hendak keluar rumah apapun tujuannya.

Mungkin ada beberapa orang yang memang memiliki masalah bau badan yang membuatnya tidak percaya diri. Namun saat ini, sudah banyak produk yg dijual dipasaran dengan berbagai bentuk. Pilihlah yang tidak memakai wewanginan. Bisa juga mengatasinya dengan rajin mandi, atau meminum jamu untuk mengatasi bau badan. Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum.

Bila kita di rumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita. jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah. jadi boleh saja akhwat pakai selama berada di lingkungan sesama perempuan tdk ada laki2nya. Kalau colonge baunya cepat habis, sama spt molto atau strika?

Untuk akhwat yang masih melakukan hal tersebut, jika nanda menjumpainya langsung, tentunya bisa mengingatkan dengan adab yang baik.

Jilbab adalah pakaian yang menutup dari atas sampai bawah atau disebut juga gamis. menutup aurat bukanlah dilihat dari panjang pendeknya kerudung. yang terpenting adalah apakah syarat menutup aurat sudah terpenuhi?
demikian juga dengan panjang atau pendek baju (di bawah/di atas bokong), selama syarat menutup aurat terpenuhi boleh saja. Asalkan tidak tipis sehingga berbayang-bayang atau tidak ketat sehingga membentuk tubuh.

Memang saat ini kita dituntut untuk bergaul dengan berbagai kalangan dalam rangka amar makruf nahi munkar. namun bukan berarti kita juga meninggalkan sesuatu yg menjadi kewajiban bagi kita. dalam QS 24:31 kerudung itu syaratnya menutupi dada, jadi sudah seharusnya ia menutupi dadanya dengan kerudung.

wallahu’alam bishowab

Penanya:
jazakiLLAH Khairan jaza ibu, semoga Allah slalu memberikan kesehatan kepada ibu untuk menjalankan amanah sekarang ini, amin

Herlini Amran:
amiin……

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here