Jum’at, 6 Agustus 2010 – 08:30 wib

Putri Werdiningsih – Okezone

JAKARTA – Pembakuan aturan yang membolehkan nikah dibawah umur di Indonesia belum bisa diterapkan, seperti rencana pemerintah Malaysia.

Menurut anggota Komisi VIII DPR Herlini Amran, implementasi tersebut kembali lagi kepada pemerintah sebagai pembuat aturan. “Masih belum siap, sebenarnya semua kembali ke pemerintah. Butuh pembahasan ulang dari sisi undang-undang dan nantinya menimbulkan pro dan kontra,” katanya kepada okezone, Jumat (6/8/2010).

Dia menjelaskan, kondisi Indonesia dan Malaysia sedikit berbeda, meski sama-sama berpenduduk mayoritas muslim. “Pertama perbedaan dalam pengamalan di Indonesia dan Malaysia. Mereka 60 persen mayoritas Islam dan solid, kalau kita mayoritas tidak sebanyak mereka (Malaysia) dan tidak sesolid mereka,” papar Herlini.

Namun demikian, kata politisi PKS ini, dia akan mendukung pembakuan aturan nikah muda jika semuanya sudah siap. “Saya mendukung apabila semuanya sudah siap. Pernikahan dini itu nggak apa-apa asal pasangan siap dalam segala hal. Orangtua dan anak tanpa keterpaksaaan, persoalan himpitan ekonomi, jadi tidak perlu dilarang,” jelasnya.

Sebab itu, dalam memutuskan masalah yang sensitif dan rumit ini, semua pihak perlu duduk bersama. “Butuh semua pihak untuk duduk bersama dan membahas hal ini, seperti ulama dan ahli kesehatan,” terang dia.(ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here