sumber: rakyat merdeka online

Jum’at, 20 Agustus 2010 , 07:50:00 WIB
Laporan: Widya Victoria

RMOL. Pengoperasionalan kereta rel listrik (KRL) khusus perempuan merupakan bukti keseriusan pemerintah memperbaiki layanan transportasi yang nyaman dan aman, khususnya buat para wanita.

Demikian dikatakan anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran sambil menyambut baik pengoperasionalan KRL khusus wanita itu.

Pasalnya, selama ini, sebut Herlini, kaum wanita paling rentan jadi korban pelecehan seksual di tempat-tempat umum. Utamanya di dalam alat transportasi massal.

“Semoga ini bisa menjadi alternatif solusi persoalan pelecehan terhadap wanita,” harapnya.

Lebih lanjut menurut politisi PKS dari daerah pemilihan Kepulauan Riau ini mengatakan, biar efektif harus ada konsistensi dari petugas untuk tidak membiarkan kaum laki-laki menaiki KRL. Pasalnya, pada KRL sebelumnya, tidak ada penjagaan yang baik sehingga kaum laki-laki pun bisa menaiki KRL tersebut. Maka kali ini harus ada perbaikan penjagaan yang ketat.

“Bila terjadi pelanggaran harus ada sanksi tegas yang memberikan efek jera,” katanya lagi.

Kebijakan KRL khusus wanita ini juga perlu disosialisasikan secara massif kepada masyarakat biar masyarakat bisa mentaatinya. Selama ini kebijakan kurang optimal karena sosialisasi tidak maksimal.

“Nah, jika berhasil maka bisa ditingkatkan dengan penambahan trayek atau bisa ditiru oleh armada lain,” pungkasnya. [zul]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here