sumber: jurnal parlemen.com

26 Aug 2010 04:05

Senayan- Masih adanya kasus penganiayaan terhadap anak yang diduga dilakukan orang tuanya sendiri, membuat anggota Komisi VIII Herlini Amran, prihatin. Menanggapi hal itu, anggota Komisi VIII Herlini Amran menegaskan, tidak hanya orang tua, masyarakat dan pemerintah bertanggung jawab untuk menjamin hak hidup anak-anak.

“Anak-anak juga mempunyai hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang,” katanya kepada jurnalparlemen.com, Rabu (25/8).

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya dilihat dari satu sisi saja yakni kekerasan orang tua terhadap anak. Namun, lanjut politisi PKS ini, harus dilihat dari sisi sosial masyarakat yang ada. Kasus ini, kata Herlini, merupakan lingkaran mata rantai yang saling terkait.

“Kenapa anak itu dianiaya ibunya, pasti ada sebabnya, paling tidak karena faktor kejiwaan. Bisa jadi karena stres, kenapa? Bisa jadi karena faktor ekonomi, bahkan jika alasannya si ibu tidak berpendidikan, maka ujung-ujungnya juga bisa terkait karena masalah ekonomi,” ujarnya.

Menurut anggota DPR Dapil Kepulauan Riau ini, untuk mengurai masalah tersebut, perlu dibahas dalam Panja Perlindungan Anak Komisi VIII.

Seperti diketahui, Rabu (25/8), seorang anak berusia 1 tahun bernama Tasya tewas dengan luka memar di tubuhnya. Diduga, Tasya yang tinggal di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, tewas dianiaya ibu kandungnya.end

Reporter: Nofellisa | Penulis: Nofellisa | Editor: Dzikry Subhanie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here