Rabu, 08 September 2010 , 07:47:00 WIB
Laporan: Zul Hidayat Siregar
sumber: rakyat merdeka online

RMOL. Fenomena mudik atau pulang kampung dengan mengendarai motor masih menjadi pavorit masyarakat Indonesia. Bahkan tidak tanggung-tanggung, terkadangan dalam motor itu, anak-anak juga disertakan.

Anggota Komisi VIII DPR Herlini Amran mengatakan akan lebih bijaksana bila pemudik tidak memaksakan diri untuk menggunakan motor sambil membonceng anak. Soalnya kebanyakan masyarakat belum paham makna risiko sampai semua terlambat.

“Bagaimanapun safety riding harus dipatuhi. Bilapun ingin bersilaturahmi bisa menggunakan fasilitas kendaraan lain yang lebih aman dan murah, seperti kereta ekonomi atau bis. Atau bisa juga berkomunikasi melalui telepon, jadi lebih murah. PR pemerintah adalah menyediakan alat transportasi yang aman, nyaman dan murah tentunya,” ujar dalam keterangan tertulis yang kepada Rakyat Merdeka Online Selasa malam (8/9).

Lebih lanjut Herlini menghimbau agar orang tua sebisa mungkin menghindari mudik menggunakan kendaraan bermotor karena alasan sayang anak. Karena menurutnya, selama ini keselamatan anak terabaikan karena alasan kepraktisan dan lebih murah.

Keamanan motor tidak terjamin saat ditinggal di rumah, dia menyarankan agar motor tersebut dikirim terkebih dahulu ke kampung halaman sebelum sang empunya pulang kampung. “Memang biayanya jadi lebih besar akan tetapi nyawa anak jauh lebih besar,” pungkas politisi PKS asal Kepulauan Riau ini. [zul]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here