Tanya :

Assalamualaikum.

Bu, saya sedang ingin sekali memelihara kucing untuk jadi teman di rumah sekaligus melepas stres. Berhubung kucing ras jarang yang gratis, maka saya kepikiran untuk beli. Sayangnya keinginan saya terbentur masalah haram/halal-nya jual beli kucing. Sebelumnya saya mempunyai pemahaman bahwa jual beli kucing adalah haram, seperti artikel di era muslim berikut ini:

Jumhur ulama berpendapat bahwa dibolehkan menjual seekor kucing, diantara mereka adalah para ulama madzhab yang empat. Sementara sebagian ahli ilmu mengharamkannya, diantaranya az Zhahiriyah, juga dinukil dari Abu Hurairoh, Mujahid dan Jabir bin Zaid oleh Ibnul Mundzir, serta dinukil dari Thawus oleh al Mundziriy. Pendapat inilah yang paling tepat yang ditunjukkan oleh nash, diriwayatkan oleh Muslim dari Abu az Zubeir berkata,”Aku bertanya kepada Jabir tentang uang dari (hasil penjualan) anjing dan kucing? Dia berkata,”Hal itu telah dilarang oleh Nabi saw.”
-selengkapnya: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-jual-beli-kucing.htm

Akan tetapi kemarin2 saya menemukan artikel mengenai halalnya jual beli kucing di SCC:

Terkait dengan jual beli kucing Ibnul Mundzir berkata, “Umat (Ulama) sepakat bahwa boleh memilikinya.” Lalu Ibn Abbas, al-Hasan, Ibn Sirin, Hamad, Malik, al-Tsauri, al-Syafii dan Ishak, Abu Hanifah serta yang lain membolehkan memperjualbelikan kucing.
Memang ada sebuah hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa beliau melarang menjual anjing dan kucing.
Namun menurut al-Imam Nawawi maksudnya adalah kucing yang liar yang tidak bermanfaat.
-selengkapnya: http://www.syariahonline.com/pencarian.php?mod=view&id=29297&key=kucing

Mungkin Ibu bisa memberi pencerahan? Terima kasih 🙂

Jaawb:

Masalah fiqih merupakah masalah furu’ yg tdk terlepas dari pro dan kontra. Masing2 memiliki dalil dan hujah-nya. Yang terpenting adalah bagaimana dalam mengikuti suatu pndapat yang kita pergunakan adalah pendapat yang dalilnya lebih kuat. Jika ragu terhadap satu pandangan maka tinggalkan dan mengikuti hal yg tidak meragukan (da’ mala yariibuka ila maa laa yariibuka) tinggalkan mana yg meragukanmu kepada yg tdk meragukan) wallohu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here