Komisi VIII
29 Nov 2010 06:33
sumber: jurnal parlemen.com

Senayan – Sejumlah aspirasi dan keluhan disampaikan konstituen Herlini Amran di Kepulauan Riau, saat sang anggota Dewan berkunjung ke daerah itu. Keluhan pertama, keterlambatan kloter I Batam penerbangan haji yang menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines hingga mencapai 16 jam.

“Mereka berharap kalau bisa, kalau nantinya tetap menggunakan Saudi Arabia Airlines jangan di awal-awal. Penerbangan pertama yang ditunggu-tunggu, sehingga kalau ada keterlambatannya membuat mereka kecewa,” kata Herlini kepada Jurnalparlemen.com, Minggu (28/11).

Selain mengeluhkan pelayanan penerbangan haji, menurut anggota Komisi VIII ini, masyarakat provinsi Kepulauan Riau berharap agar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) yang masih berstatus swasta segera dinaikkan menjadi negeri (STAIN).

Kondisi geografis wilayah kepulauan dan berada di perbatasan itu, lanjut Herlini, menjadi alasan pemerintah daerah setempat untuk meminta agar alokasi anggaran yang diberikan untuk daerah tersebut dibedakan dari wilayah provinsi yang mayoritas daratan.

Kata Herlini, Kepulauan Riau terpisah-pisah oleh perairan sehingga dibutuhkan tambahan anggaran untuk transportasi. “Mereka juga minta untuk guru agama gajinya langsung dimasukkan ke rekening karena selama mengambil ke Kanwil daerah ongkosnya mahal. Batam-Tanjung Pinang 40 ribu, untuk PP habis 80 ribu, belum Batam ke Lingga bisa 60 ribu, PP mencapai 120 ribu,” jelas politisi PKS ini.

Karena berada di wilayah perbatasan yang rawan kasus trafficking, Herlini mengingatkan agar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bisa memberikan perhatian lebih untuk rumah singgah karena Batam juga sebagai pintu masuk TKI.end

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here