Komisi VIII
24 Jan 2011 06:42
sumber: jurnal parlemen

Herlini Amran
Senayan – Pemerintah bertanggung jawab memberikan muatan-muatan moral dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah. Muatan moral ini tidak hanya ada pada pelajaran agama saja, tetapi terinternalisasi dalam semua mata pelajaran.

“Misalnya guru fisika ketika mengajarkan juga menyelipkan nilai-nilai akhlak moral untuk menasehati siswa-siswinya. Menjaga keamanan dan moral anak bangsa itu adalah tugas dan tanggung jawab kita semua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” kata anggota Komisi VIII Herlini Amran kepada Jurnalparlemen.com, Minggu (23/1).

Menanggapi munculnya sindikat perdagangan anak melalui situs jejaring sosial Facebook, politisi PKS ini meminta para guru dan orang tua untuk mengingatkan anak-anak mereka supaya berhati-hati dalam menjalin pertemanan di dunia maya tersebut.

“Karena Facebook sedang tren di kalangan remaja, guru juga menyelipkan pesan pada mereka untuk berhati-hati terhadap orang yang belum dikenal di dunia nyata. Orang tua, harus mengetahui dengan sejelas-jelasnya bila ada perubahan tampilan anak mereka sementara uang jajan mereka terbatas,” ujarnya.

Karena itu, Herlini menegaskan, perlu adanya kurikulum yang kreatif sehingga potensi siswa dapat tersalurkan pada kegiatan-kegiatan positif. Selain itu, lanjutnya, diperlukan komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak, disertai dengan pola asuh yang baik berperan penting dalam menjaga putra/putrinya.

“Tentu mereka akan komunikasikan kepada orang tua bila ada hal-hal atau pengalaman baru yang akan terjadi. Orang tua tidak boleh menyerahkan saja tanpa kendali semua permasalahan anak, termasuk juga mengikuti perkembangan anak agar tidak gaptek,” katanya.

Untuk mencegah bertambahnya korban perdagangan anak ini, anggota DPR Dapil Kepulauan Riau itu meminta aparat penegak hukum menghukum seberat-beratnya mucikari penjual ABG melalui situs jejaring sosial ini.

Seperti diketahui, kasus perdagangan anak ini terungkap setelah adanya ancaman dari pelanggan para ABG ini terhadap orang tua anak-anak yang diketahui menjadi korban. Sang mucikari membuka layanan prostitusi anak ini melalui situs jejaring sosial Facebook. Kepada pria hidung belang, ABG ini dijual seharga Rp 2 juta.end
Reporter: Nofellisa | Penulis: Nofellisa | Editor: Dzikry Subhanie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here