Kamis, 27/01/2011
By yuhans
sumber: www.ffpks.or.id

Jakarta (27/1) — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyayangkan belum terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pelaksanaan Undang Undang (UU) Pornografi. Padahal UU tersebut sudah disahkan sejak tahun 2008 dan sangat diperlukan untuk penegakan hukum dan pemberantasan pornografi.

Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran mengungkapkan hal tersebut di kantornya Senayan Jakarta, Kamis(27/1). Herlini meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera menyelesaikan PP untuk menyelamatkan anak bangsa.

“Kasus pornografi dan pornoaksi marak terjadi di tengah masyarakat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kami minta pemerintah segera menerbitkan PP-nya,” katanya tegas.

Anggota DPR asal Dapil Kepulauan Riau ini memaparkan, data googletren menyebutkan, Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengakses pornografi. Data Yayasan Kita dan Buah Hati bahkan menyebutkan, 67 persen dari 2.818 siswa Sekolah Dasar (SD) mengaku pernah mengakses informasi pornografi.

Herlini menjelaskan, adanya PP bertujuan memberikan aturan pelaksana UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Peraturan ini harusnya digarap oleh tiga kementerian yakni Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan Anak) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). “Amanat UU Pornografi menugaskan ketiga kementerian itu. Tapi hingga kini belum ada kabarnya lagi,” sesal Herlini.

UU Pornografi, lanjut Herlini, bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat. Selain itu, UU ini juga menjadi landasan hukum untuk melindungi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan serta mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.
“Bahkan, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat terutama para remaja dan pelajar agar terhindar dari kasus pornografi dan pornoaksi beserta dampaknya. Kita juga perlu menginternalisasikan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan”, pungkas Anggota DPR RI dari PKS ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here