sumber: jurnal parlemen.com

Komisi VIII
01 Feb 2011 14:45

Herlini Amran
Senayan – Kementerian Agama (Kemenag) harus mampu menjawab berbagai persoalan umat Islam, dengan memberikan perhatian yang lebih besar lagi terhadap program Bimas Islam. Dan, itu tidak hanya dengan dukungan anggaran yang memadai tapi juga dengan membuat prioritas program preventif dalam menghadapi menghadapi isu-isu aktual.

“Kondisi yang aktual yang saat ini terjadi meningkatnya jumlah pengguna narkoba, masih merebaknya pornografi dan pornoaksi dan sebagainya. Berbagai persoalan yang melanda umat tentu membuat kita sangat miris. Kementerian Agama melalui Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam seharusnya merespon persoalan ini dengan berbagai program baik yang bersifat preventif maupun kuratif,” kata Anggota DPR RI Komisi VIII Herlini Amran dalam pernyataan pers kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (1/2)

Anggota F-PKS ini menjelaskan, berdasarkan data kepolisian RI pada tahun 2008, ada sekitar 3,2 juta penduduk Indonesia yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotik, psikotropika, dan zat adiktif. Jumlah ini setara dengan kurang lebih 1,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 200 juta jiwa.

Ditinjau dari aspek ekonomi, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) penyalahgunaan narkoba pada tahun 2008 telah menimbulkan kerugian ekonomi mencapai sekitar Rp 15,37 triliun. Bahkan, Presiden pada Peringatan Hari Antinarkoba 2009 pernah mengungkap, di dunia sekarang ini, ada empat dari 100 orang menjadi korban karena narkoba.

“Untuk mengatasi persoalan ini, kita harapkan Bimas Islam bisa berperan aktif sehingga bisa menyelamatkan masa depan anak bangsa. Berbagai program yang tidak efektif lebih baik diganti dengan program yang bisa merespons permasalahan umat,” pungkas anggota DPR Dapil Kepulauan Riau ini.end

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here