sumber: jurnal parlemen.com

Komisi VIII
15 Feb 2011 23:02
HERLINI AMRAN:
Penyaluran Dana Bencana Masih Lambat
Herlini Amran
Senayan – Anggota Komisi VIII Herlini Amran menilai bahwa penyaluran dana untuk bencana selama ini masih berjalan lambat dan tidak maksimal. Dia mencontohkan dana bantuan untuk tsunami Aceh.

“Sebanyak Rp 6 triliun belum teralokasikan dengan baik untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca berakhirnya masa kerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh,” katanya kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (15/2).

Lalu, mengapa lambat? Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, lambatnya realisasi dana disebabkan oleh panjangnya birokrasi seperti yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Mekanismenya antara lain gubernur mengajukan ke BNPB, lalu BNPB rapat koordinasi dengan kementerian. Kementerian akan memasukkannya ke dirjen anggaran. Selanjutnya, Kementerian akan meminta persetujuan dari Banggar dan Komisi VIII. Jika sudah mendapatkan persetujuan, barulah dikeluarkan DIPA.

Menurut anggota Dewan dari Dapil Kepulauan Riau ini, memang muncul usulan supaya ada pemangkasan birokrasi yang dianggap terlalu panjang. “Memang sebaiknya bisa dipangkas tetap sesuai aturan. Tapi mekanismenya saat ini belum diatur,” pungkasnya.
end

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here