Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKS Herlini Amran mengungkapkan, akar persoalan yang memicu bentrok, pengakuan keberadaan jamaah Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam, yang meyakini ada nabi lain setelah Nabi Muhammad. Padahal jelas-jelas dalam Alquran, Nabi Muhammad terakhir. Bagi umat Islam, ini menyangkut soal akidah yang tak bisa ditawar-tawar.

Menurut anggota Fraksi PKS ini, solusi tepat adalah Ahmadiyah tak perlu lagi mengklaim bagian dari umat Islam. Ia mempersilahkan Ahmadiyah mendirikan agama baru dengan keyakinan mereka.

“Kalau ini dilakukan, saya yakin keberadaan Ahmadiyah akan tenang dan akan dapat hidup berdampingan dengan umat beragama lain, termasuk umat Islam,” tegasnya.

Untuk itu, Herlini Amran mengatakan, pemerintah seharusnya jangan ragu mengambil sikap terhadap persoalan ini. Sebab permasalahan ini menyangkut masalah aqidah yang sangat sensitif.

“Akibatnya sudah terbukti kan. Lantaran sikap ketidaktegasan itu, kerusuhan keberadaan Ahmadiyah ini, sudah berulangkali terjadi,” kata politisi PKS dari daerah pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) ini.

Pada 2008, pimpinan Ahmadiyah juga pernah meneken 12 kesepakatan yang isinya, mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir. Namun setelah 3 bulan pemantauan, Ahmadiyah tidak menaati kesepatan itu.

Pemerintah telah mengeluarkan SKB Menteri Agama, Mendagri, dan Jaksa Agung pada 2008. Isinya, tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here