Rabu, 9 Maret 2011 | 15:30
Wanita yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan melakukan aksi damai memperingati Hari Perempuan Internasional ke-100 di Jakarta, Selasa (8/3). Para peserta aksi meminta agar pemerintah memperhatikan hak-hak perempuan dalam bekerja, berorganisasi dan bersosialisasi. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO

JAKARTA – Kaum perempuan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, masih membutuhkan dukungan politik pemerintah untuk mencapai kualitas hidup mereka yang layak.

“Berdasarkan laporan UNDP tahun 2007/2008, ranking GDI (Gender Development Index) Indonesia adalah 0.721 atau berada pada urutan ke-79 dari 156 negara, di bawah negara Honduras dan Brunei Darussalam,” ujar anggota Komisi VIII DPR Herlini Amran di Jakarta, Rabu.

Dijelaskannya, GDI mengukur bagaimana kualitas hidup perempuan dan dijadikan acuan untuk menentukan maju tidaknya kualitas hidup perempuan di suatu negara.

“Tentu hal ini sangat disayangkan. Di saat Indonesia mengalami peningkatan demokrasi, tapi kebijakan pemerintah yang pro-perempuan sangat minim. Padahal, pemilih perempuan dalam pemilu tidak kalah banyak ketimbang pria,” katanya.

Dari ranking GDI, perempuan Indonesia masih tertinggal di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan representasi politik dan pemerintahan. Perempuan Indonesia lebih miskin dan memiliki tingkat buta huruf yang lebih tinggi dari laki-laki Indonesia.

“Karenanya, pemerintah harus meningkatkan pelaksanaan program-program mencerdaskan perempuan dan mengoptimalkan pemberdayaan perempuan Indonesia,” ujar politisi perempuan di DPR itu.

Di samping itu, lanjut anggota FPKS ini, permasalahan perempuan masih bekutat pada kasus kekerasan, perdagangan perempuan, prostitusi, kurangnya perlindungan terhadap TKW, dan sempitnya ruang untuk perempuan dalam berperan di ranah publik.

Melihat itu, lanjut dia, pemerintah perlu memperhatikan kebijakan yang memperjuangkan perempuan sebagai tonggak kemajuan negara.

“Pemerintah perlu sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini. Tidak ada kerugian sedikitpun ketika pemerintah memuliakan perempuan. Sudah saatnya perempuan Indonesia bangkit, menyadari bahwa harkat dan martabat dirinya tidak terangkat apabila tidak memuliakan dirinya sendiri. Kemuliaan dapat diraih dengan bersungguh-sungguh meningkatkan pengetahuan,” cetusnya.

Ia berharap agar kaum perempuan mulai menanamkan kesadaran dengan pendidikan kesetaraan dan keadilan gender pada anak-anak Indonesia sejak dini dengan tekun dan telaten. (gor/ant)

sumber: investor daily.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here