Komisi VIII
18 Mar 2011 06:50
POLEMIK AHMADIYAH
Senayan – Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran meminta agar pihak Amerika Serikat tidak turut campur urusan dalam negeri Indonesia, khususnya terkait penyelesaian masalah Ahmadiyah. Herlini mencurigai ada pihak yang mendukung kegiatan Ahmadiyah di Indonesia.

“Tentu ini hal yang aneh, buat apa mereka turut campur urusan dalam negeri
kita. Terlebih lagi ini adalah urusan agama. Amerika tidak berhak mendikte Presiden SBY, apalagi bangsa Indonesia,” kata Herlini, menanggapi adanya surat Kongres AS yang mendesak Presiden SBY mencabut SKB Tiga Menteri tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Anggota Dewan Syariah Pusat PKS itu menyesalkan adanya desakan yang dilakukan sejumlah anggota Kongres AS. Menurutnya, penerbitan SKB Tiga Menteri adalah murni soal menjaga ketertiban dan kerukunan beragama di Indonesia.

“Jadi buat apa mereka meminta SKB dicabut, kalau tidak ada kepentingan. Dewan Keamanan PBB saja tidak mempersoalkan keluarnya SKB itu,” katanya dalam siaran pers yang diterima Jurnalparlemen.com.

Selain urusan dalam negeri, lanjut Herlini, Ahmadiyah juga menyangkut persoalan penodaan agama islam. Karenanya dia meminta mereka memahami terlebih dahulu agama islam secara jelas, sebab tindakan mereka selama ini justru mengacak-acak agama islam.

“Jadi lebih baik mereka menangani persoalan mereka sendiri. Masih banyak hal yang perlu mereka selesaikan seperti masalah sekte poligami, pemaksaan nikah terhadap anak di bawah umur, kekerasan keluarga dan yang lainnya. Ini pernah terjadi di negara bagian Texas, Amerika Serikat,” tandas anggota DPR RI Dapil Kepri ini.

Seperti diketahui, Selasa (15/3), sebanyak 27 anggota Kongres AS mengirimkan surat yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Massachusetss, Washington DC Amerika Serikat. Isi surat tersebut mendesak kepada SBY agar mencabut SKB Tiga Menteri dan mengomentari seputar terjadinya kekerasan yang terjadi pada Jemaat Ahmadiyah di Indonesia.end

Reporter: Nofellisa | Penulis: Nofellisa | Editor: Dzikry Subhanie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here