Friday, 18 March 2011 23:40 PDF Print E-mail
Warta
WASPADA ONLINE

(Istimewa)

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran meminta pihak Kongres Amerika Serikat tidak turut campur urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam persoalan Jemaat Ahmadiyah, dengan menekan Presiden Yudhoyono.

“Tentu ini hal yang aneh, buat apa mereka turut campur urusan dalam negeri kita. Terlebih lagi ini adalah urusan agama. Amerika tidak berhak mendikte Presiden SBY, apalagi bangsa Indonesia,” katanya, hari ini.

Herlini justru mencurigai ada pihak yang mendukung kegiatan Ahmadiyah di Indonesia dan hal itu semakin jelas terlihat dengan adanya surat Kongres AS yang mendesak Presiden SBY mencabut SK tiga menteri tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Sebelumnya sejumlah anggota Kongres AS mengirimkan surat kepada Presiden SBY melalui Kedutaan Besar Indonesia di AS, Selasa, 15 Maret 2011 yang lalu.

Herlini Amran yang juga anggota Dewan Syariah Pusat PKS itu menyesalkan adanya desakan yang dilakukan sejumlah anggota Kongres AS.

Menurutnya, penerbitan SKB tiga menteri adalah murni soal menjaga ketertiban dan kerukunan beragama di Indonesia.

“Jadi buat apa mereka meminta SKB dicabut, kalau tidak ada kepentingan. Dewan Keamanan PBB Saja tidak mempersoalkan keluarnya SKB itu,” katanya.
Selain urusan dalam negeri, lanjut Herlini, Ahmadiyah juga menyangkut persoalan penodaan agama Islam.

Herlini meminta mereka memahami terlebih dahulu agama Islam secara jelas. Karena tindakan mereka selama ini justru mengobrak-abrik agama islam.
“Jadi lebih baik mereka menangani persoalan mereka sendiri. Masih banyak hal yang perlu mereka selesaikan seperti masalah sekte poligami, pemaksaan nikah terhadap anak di bawah umur, kekerasan keluarga dan yang lainnya. Ini pernah terjadi di negara bagian Texas,” katanya.Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here