JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran menilai evaluasi pelaksanaan Ibadah Haji 1431 H/2010 M masih menyisakan beragam persoalan dan pembentukkan Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI) di Arab Saudi harus menyelesaikan masalah itu untuk masa-masa mendatang.

Kedepan, ujarnya, masalah tersebut harus menjadi proritas penanganan Kementerian Agama dalam peningkatan pelayanannya.

Ia menegaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan haji yang akan datang, Komisi VIII telah menyetujui pembentukan Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI) di Arab Saudi.

“Dengan anggaran Rp5 miliar, kami berharap KMHI dapat merumuskan dan menyiapkan peningkatan pelayanan haji kedepannya. Kinerja Penyelenggaraan Ibadah Haji harus lebih optimal dibanding dengan sebelumnya,” harapnya.

Sementara itu, anggaran PIH di Arab Saudi sebesar Rp6 miliar yang dialokasikan untuk satker atase haji Rp1 miliar dan KMHI Rp5 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here