Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran menyambut baik upaya Kementerian Agama (Kemenag) yang telah melakukan telah melakukan penyewaan rumah-rumah yang akan dijadikan pemondokan jamaah haji di ring 1. Hingga kini, pemondokan sudah tersedia untuk 165.487 orang atau 84 persen yang berarti telah mencapai di atas target awal pemerintah sebesar 80 persen. Hal ini akan sangat mendukung suskesnya Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) 2011.

Anggota Komisi VIII yang membidangi persoalan Haji Herlini Amran mengungkapkan hal tersebut sebelum mengikuti rapat internal Komisi VIII, Rabu(6/4). Persoalan pemondokan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan haji selain juga transportasi dan konsumsi. “Kami mengapresiasi Kemenag dengan adanya kenaikan pemondokan di Ring I ini. Semoga tradisi baik ini bisa dipertahankan,” kata Herlini. Pemondokan, lanjut Herlini, merupakan hal yang vital dalam mengoptimalkan penyelenggaraan ibadah haji. Berdasarkan data Kemenag, jumlah pemondokan di ring 1 yang jaraknya kurang dari 2000 m dari Masjidil Haram, terus meningkat setiap tahunnya. Jika pada 2009, pemondokan ring 1 di Mekkah mencapai 27 persen, tahun 2010 63,01 persen. Sekarang sudah mencapai 84 persen. Meskipun demikian, Herlini meminta Kementerian Agama memberikan penjelasan tentang ketentuan penempatan jamaah yang tinggal di ring I dan II. Selama ini Kemenag belum memberikan penjelasan yang rinci soal ketentuan penempatan jamaah haji di sekitar Masjidil Haram. Hal tersebut berpengaruh terhadap transparansi dan kapabilitas Kemenag sebagai penyelenggara haji. “Dasarnya apa, Kemenag menempatkan jamaah di ring I atau di ring II. Kenyataan di lapangan menyebutkan transportasi untuk jamaah di ring II selalu tidak sesuai dengan perencanaannya,” tanya Herlini. Herlini meminta kejelasan tersebut karena ada pemondokan di ring I, tapi jarak tempuhnya sama dengan yang ada di ring II. Kemenag juga perlu mengantisipasi jarak tempuh dari pemondokan menuju Masjidilharam karena infrastruktur jalan yang belum memadai. “Ini ada kaitannya dengan pelayanan transportasi. Para jamaah yang berada di ring II sering terkendala dengan transportasi yang lamban, jalan yang macet, serta infrastruktur jalan yang kurang bagus. Pada akhirnya tidak ada perbedaan antara jamaah haji yang tinggal di ring I dan di ring II. Konsep kebijakan ini perlu ditinjau ulang,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here