sumber: fraksi pks
http://www.fpks.or.id/2011/04/dpr-perlu-koordinasi-terpusat-untuk-mengatasi-kemiskinan/

Batam, Kepulauan Riau – China merupakan salah satu negara yang berhasil menurunkan angka kemiskinan. Bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjadikan China sebagai contoh tersukses karena mengurangi kemiskinan secara drastis. Tingkat kemiskinan di China turun mendekati 50 persen, dari 452 juta orang menjadi 278 juta orang.

Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran kagum dengan penanganan kemiskinan di negeri tirai bambu tersebut. Menurutnya, kunci sukses penanganan kemiskinan di China adalah sinergisnya program kerja pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Saya kira ini patut kita tiru. Selain sinergisnya pemerintah pusat dan daerah, China juga melibatkan masyarakat, khususunya perempuan. Hampir semua sistem mekanisme, pengelola penganggaran dan program-program dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah,” ujar Herlini di sela kunjungan ke Dapilnya di Batam, Kepulauan Riau, Rabu(27/4).

Herlini menambahkan, China dengan jumlah penduduk kurang lebih 1,3 miliar orang juga berhasil membawa 66 persen penduduknya dari kelas bawah menjadi kelompok kelas menengah dan kelas atas. Hal ini yang menjadikan masyarakat miskin China merasakan kehadiran dan peran negara dalam memberikan perlindungan maupun jaminan kehidupannya yang layak.

“Penanganan kemiskinan di Cina melibatkan 33 kementerian/lembaga yang dikoordinasikan oleh State Council Leading Group on Poverty Alleviation dengan program-program yang fokus pada jaminan dan perlindungan sosial, pengentasan kemiskinan di pedesaan dan perkotaan serta dukungan anggaran yang besar,” ujarnya.

Dorong Pemberdayaan Perempuan
Meski demikian, lanjut Anggota Dewan Syariah Pusat PKS ini, program penanganan kemiskinan di China tidak ada yang istimewa. Karena program seperti itu juga terdapat di sejumlah negara. Namun, Indonesia bisa mencontoh satu program yang mengikut sertakan secara khusus pemberdayaan perempuan.

“Data BPS bulan Agustus 2010 menyebutkan, jumlah perempuan Indonesia sebanyak 118.048.783 orang atau sebanyak 49,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia 237.556.363 orang. Kita berharap program pemberdayaan perempuan bisa menjadi salah satu jalan untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia,” harapnya.

Pada reses Masa Sidang III 2010 – 2011, Herlini Amran melakukan kunjungan kerja ke Dpilnya di Anambas dan Batam, Kepulauan Riau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here