sumber: harian bhirawa

Jakarta, Bhirawa
Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran menilai evaluasi pelaksanaan Ibadah Haji 1431 H/2010 M masih menyisakan beragam persoalan dan pembentukkan Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI) di Arab Saudi harus menyelesaikan masalah itu untuk masa-masa mendatang.”Tidak dipungkiri tahun kemarin pelaksanaan haji umumnya berjalan lancar dan sukses. Namun adanya beragam persoalan jangan dianggap enteng. Permasalahan yang lalu harus menjadi prioritas perbaikan pelayanan haji tahun yang akan datang,” ujar Herlini Amran di Gedung DPR Jakarta, Selasa.Permasalahan seputar pelaksanaan ibadah haji yang masih muncul berdasarkan evaluasi DPR itu mulai dari masalah pemondokan yang tidak sesuai dengan kontrak, katering yang beracun sampai keterlambatan pesawat hingga 10 jam. Kedepan, ujarnya, masalah tersebut harus menjadi proritas penanganan Kementerian Agama dalam peningkatan pelayanannya.Ia menegaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan haji yang akan datang, Komisi VIII telah menyetujui pembentukan Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI) di Arab Saudi. Herlini berharap KMHI yang sebelumnya adalah Kantor Teknis Urusan Haji atau TUH, jadi solusi dari masalah yang terus berulang, apalagi dengan anggaran dana yang tidak sedikit.”Dengan anggaran Rp5 miliar, kami berharap KMHI dapat merumuskan dan menyiapkan peningkatan pelayanan haji kedepannya. Kinerja Penyelenggaraan Ibadah Haji harus lebih optimal dibanding dengan sebelumnya,” harapnya.
Anggota DPR RI asal Kepulauan Riau ini juga mengungkapkan, dari pagu definitif Kementerian Agama 2011 sebesar Rp32 triliun, alokasi anggaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh tahun ini naik 23,7 persen atau Rp200,9 miliar dari jumlah tahun 2010 sebesar Rp162,3 miliar.Sementara itu, anggaran PIH di Arab Saudi sebesar Rp6 miliar yang dialokasikan untuk satker atase haji Rp1 miliar dan KMHI Rp5 miliar. [ant]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here