Jakarta, RMOL. Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada hari ini, (Jumat, 23/7), harus dijadikan sebagai momentum untuk membangkitkan anak-anak Indonesia dari ketidakberdayaan. Anggota Komisi X DPR Herlini Amran mengatakan pada hari ini jutaan anak Indonesia masih terpuruk dalam ketidakberdayaan. Sebagian besar dari anak-anak Indonesia tersebut masih terserak di pinggiran jalanan menjadi pengemis, pengamen bahkan pencopet. “(Peringatan HAN) tidak sekedar seremonial belaka, perlu aksi,” ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini dalam keterangan pers kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 23/7). Dia juga melihat saat ini hak anak atas pendidikan masih terabaikan. Masih ada diskriminasi dan pembatasan bagi anak-anak miskin. Eksploitasi dan kekerasan terhadap anak pun masih banyak ditemui. “Kasus kekerasan terhadap anak misalnya, sepanjang tahun 2009 yang saya kutip dari Komnas Perlindungan Anak sebanyak 1.998 kasus. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pengaduan kekerasan terhadap anak pada tahun 2008 yakni 1.736 kasus,” bebernya. Untuk itu, Herlini mengingatkan perlu ada upaya maksimalisasi lembaga-lembaga supporting seperti Komnas Anak, Komnas Perlindungan Anak atau direktorat anak yang bernaung di kementerian untuk memberikan program perlindungan terhadap masa depan anak Indonesia. “Perlindungan tidak hanya fisik akan tetapi juga perlindungan terhadap intelektual dan moral mereka. Bagaimana pun mereka adalah saham masa depan kita,” tandasnya. [zul]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here