Anggota Komisi VIII DPR RI berdialog dengan sejumlah TKI di Penampungan TKI di Batu 8, Tanjungpinang, kemarin.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Herlini Amran mengunjungi tempat penampungan TKI di Batu 8, Minggu (31/7). Wanita ini kaget seteah mengetahui lokasi itu masih dikelola swasta.
“Saya baru tahu ini dikelola swasta,” kata Herlini. Pihaknya akan melacak kenapa tempat penampungan masih dikelola pihak ketiga bukan pemerintah daerah. “Memang ada kerja sama dengan dinas sosial, tapi seharusnya penampungan ini tanggung jawab pemerintah,” lanjut Herlini lagi.
Herlini mengajak TKI saling berbagi cerita bagaimana pengalaman dan alasan kenapa mereka bisa ditangkap. Pada umumnya, TKI ditangkap karena tidak memiliki dokumen. Namun ada beberapa cerita sedih di balik kehidupan yang mereka alami. Contohnya Sulastri, 32, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga harus rela bekerja sampai pukul 03.00 WIB tiap harinya. Pahitnya meskipun bekerja sampai larut pagi selama satu tahun, jerih payahnya tidak pernah dibayar majikannya sebulan gajipun.
Bahkan Sulastri mengaku tidak mempunyai uang sepeserpun untuk ongkos ke kampung. ”Bu, saya ingin minta tolong dibiayai sampai ke rumah,” katanya dengan sedih. Cerita sedih lainnya datang dari Tiaman, mengaku terpaksa menyerahkan diri ke Imigrasi Malaysia karena tidak tahan disiksaan majikannya. “Tiap hari saya dapat siksaan, padahal saya tidak tahu apa kesalahanku,” kata Tiaman.
Banyaknya siksaan yang dialami mereka bahkan sampai mereka berteriak. “Jika kami disuruh perang melawan Malaysia kami pasti ikut,” kata seorang ibu bernama Leny. Herlini mengatakan, nantinya ia akan mendalami bagian mana yang menangani kasus-kasus TKI yang tak dapat gaji atau disiksa majikannya.
”Apa di PT nya atau agen yang menanganinya yang bermasalah. Karena yang menangani tenaga kerja ini terdiri dari banyak institusi,” ujarnya. Herlini juga mengaku akan melaporkan semua kejadian dan apa hasil kunjungan ke komisi IX yang menangani tenaga kerja. (cr11)

sumber :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here