Kamis, 04 August 2011 11:48

TANJUNGPINANG – Anggota DPR RI dapil Kepri Herlini Amran mendesak pemerintah serius menangani persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang bermasalah. Banyak TKI yang tidak mendapatkan hak-haknya, padahal mereka sudah bekerja cukup lama. “Akibat tidak optimalnya peran pemerintah, nasib para TKI menjadi terkatung-katung. Pemerintah perlu serius menangani persoalan ini,” kata Herlini saat mengunjungi penampungan TKI sementara di Transito, Km 8 Tanjungpinang, Senin lalu.

Herlini mengatakan, menurut pengakuan para TKI bahwa gaji mereka banyak yang tidak dibayarkan majikan. Padahal, di antara mereka sudah ada yang bekerja lebih dari satu setengah tahun. Hal yang menyedihkan lagi, kata legislator PKS itu, para TKI diperlakukan tidak manusiawi saat bekerja di Malaysia.

Hal yang memprihatinkan, lanjutnya, ada seorang anak bernama Miftahul Huda yang diperlakukan seperti TKI dewasa. Miftah bersama orang tuanya sebelum dideportasi dari Malaysia tinggal di Kawasan Pineng, Jalanpa Kuro 2 nomor 56 Malaysia dan masih bersekolah di Sekolah Kebangsaan SKSJ yang duduk di Kelas 2-4.

Saat ini Miftah terpisah dari orang tuanya. Menurut penuturan Miftah, kata Herlini, ibunya sudah dibebaskan dari penjara di Malaysia, tapi dia belum tahu keberadaannya. Sedangkan ayahnya Asikan, berdasarkan informasi sudah pulang ke Indonesia.

Saat bertatap muka dengan para TKI, Herlini yang juga Anggota Komisi VIII DPR itu berjanji akan membawa keluahan TKI ke DPR untuk dibahas.

“Pemerintah harus menuntaskan permasalahan TKI ini, caranya mungkin dengan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Kunjungan Herlini ke Kepri dalam rangka reses yang berlangsung sejak 30 Juli sampai 7 Agustus. Reses Herlini itu bertujuan menyerap aspirasi masyarakat Kepri. Reses juga diisi dengan kegiatan sosialisasi hasil pembahasan berbagai kebijakan di DPR RI, seperti Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanganan Fakir Miskin yang baru disyahkan, RUU Jaminan Produk Halal, Pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang disepakati sebesar Rp30.771.900, dan lainnya. (eza)sumber : www.haluankepri.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here