Herlini Amran (JPI)

Senayan – Meskipun pada Idul Fitri 2010 lalu pelaksanaan open house yang digelar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjadi insiden yang memakan korban jiwa, anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran menilai kegiatan tersebut masih diperlukan.

“Memang harus ada momen pertemuan antara masyarakat dengan Presidennya, namun harus yakin betul bentuk acaranya aman, khidmat dan tidak terjadi kerusuhan,” katanya kepada Jurnalparlemen.com, Senin (29/8).

Dia berharap, pihak istana bisa mengatur dan merencanakan secara matang kegiatan tahunan tersebut. “Mudah-mudahan pihak istana benar-benar matang dalam merencanakan open house dengan berbagai lapisan masyarakat,” pungkas Politisi PKS itu.

Seperti diketahui, Istana Kepresidenan menjamin open house yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan pada Idul Fitri 2011 tak akan menimbulkan korban lagi.

Pada tahun lalu, seorang tunanetra, Jhony Malela (45), tewas akibat berdesak-desakan di pintu gerbang Sekretariat Negara.end

jurnal parlemen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here