Herlini Amran (JPI/Andri Nurdriansyah)

Senayan – Kemungkinan, penetapan Idul Fitri 1 Syawal 1432 H/2011 M akan mengalami perbedaan. Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran menyatakan, perbedaan penentuan Hari Raya adalah suatu keniscayaan, karena ada dua cara penentuannya dengan hisab dan rukyah hilal.

“Walaupun khilafiyah atau perbedaan adalah suatu keniscayaan, namun pemerintah sebagai ulil amri memiliki kekuatan atau wewenang untuk mempersatukan dan menentukan kapan Hari Raya tersebut,” katanya kepada Jurnalparlemen.com, Minggu (28/8).

Untuk menentukan kapan Idul Fitri dirayakan, menurut Herlini, tentu saja pemerintah harus mengajak semua elemen masyarakat/ormas keislaman terlibat dalam rukyah hilal, seperti yang telah dilakukan selama ini. “Dan, hendaknya ormas-ormas Islam yang berbeda hendaknya legowo dengan ketetapan pemerintah tersebut. PKS selama ini mengikuti metode rukyah hilal
dalam penentuan 1 Syawal,” ujar politisi PKS ini.

Herlini pun mengimbau kepada pemerintah agar bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat khususnya terhadap Kementerian Agama yang mendapat amanah untuk menentukan Hari Raya. “Sedangkan bagi masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dalam penentuan Hari Raya ini, karena mereka adalah ulil amri,” pungkas anggota DPR RI Dapil Kepulauan Riau ini.end

jurnal parlemen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here