Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Herlini Amran (herliniamran.blogspot.com)
dakwatuna.com – Jakarta. Anggota
Komisi VIII DPR RI Herlini Amran, meminta pemerintah untuk lebih serius
menangani haji non kuota. Menurutnya, penanganan secara proaktif itu
sangat penting karena menyangkut nama baik dan citra bangsa Indonesia di
mata Internasional. Keberadaan jamaah haji non kuota jelas sangat
mengganggu konsentrasi petugas haji, bahkan dapat menurunkan citra
penyelenggaraan haji Indonesia.
“Apalagi Pemerintah Arab Saudi
juga mengeluhkan keberadaan jamaah nonkuota karena berpotensi mengganggu
kenyamaan jamaah lain,” kata Herlini Amran kepada wartawan di Jakarta,
Rabu (26/10).
Menurut Herlini, permasalahan haji non kuota setiap
tahun selalu terjadi dan terus berulang. Pemerintah dapat mengatasi
persoalan ini baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. “Di dalam
negeri, Kementerian Agama perlu mengoptimalkan kerjasama dengan
Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan keimigrasian sehingga
keberangkatan jamaah haji non kloter bisa diatasi sejak sebelum
keberangkatan. Selain itu, pemerintah perlu memberikan sangsi kepada
pihak yang memberangkatkan karena telah memberangkatkan calon jamaah
haji di luar kuota yang ditetapkan pemerintah. Apalagi calon jamaah haji
yang diberangkatkan menjadi terlantar,” jelasnya.
Sedangkan di
saat berada Arab Saudi, imbuh dia, pemerintah perlu mengoptimalkan peran
Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI). Dengan begitu, kata dia lagi, jika
terbukti sudah mengganggu calon jamaah haji serta melanggar hukum, maka
KMHI bisa memulangkan kembali ke tanah air.
“Munculnya jamaah non
kuota ini bermula dari panjangnya daftar tunggu kuota haji sehingga ada
pihak yang memanfaatkan situasi itu dengan memberangkatkan calon haji
nonkuota. Calon jamaah haji waiting list ini sudah mencapai 1,4 juta
jiwa. Bagi mereka yang tidak ingin menunggu lama, maka haji nonkouta
mengambil jalan pintas. Sebab tidak melalui pendaftaran di Kementerian
Agama, sehingga nama mereka tidak terdaftar baik pada jamaah haji
regular maupun ONH Plus,” papar politisi PKS asal Kepri ini.(fuz/jpnn)
sumber : dakwatuna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here