Jumat, 28 Januari 2011 | 9:45
JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKS Herlini Amran menyayangkan
belum terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai pelaksanaan UU
Pornografi.

Padahal, katanya di Gedung DPR Jakarta, Kamis (27/1),
UU tersebut sudah disahkan sejak tahun 2008 dan sangat memerlukan
Peraturan Pemerintah (PP) untuk penegakan hukum dan pemberantasan
pornografi.

Karenanya anggota Komisi VIII DPR RI itu meminta
pemerintah agar tidak tinggal diam dan segera menyelesaikan PP untuk
menyelamatkan anak bangsa.

“Kasus pornografi dan pornoaksi marak
terjadi di tengah masyarakat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kami
minta pemerintah segera menerbitkan PP-nya,” katanya tegas.

Anggota
DPR asal Dapil Kepulauan Riau ini memaparkan, data “googletren”
menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengakses
pornografi. Data Yayasan Kita dan Buah Hati bahkan menyebutkan, 67
persen dari 2.818 siswa Sekolah Dasar (SD) mengaku pernah mengakses
informasi pornografi.

Herlini menjelaskan, adanya PP bertujuan
memberikan aturan pelaksana UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Peraturan ini harusnya digarap oleh tiga kementerian yakni Kementerian
Agama (Kemenag), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (Kemen PP dan PA) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kemkominfo).

“Amanat UU Pornografi menugaskan ketiga kementerian itu. Tapi hingga kini belum ada kabarnya lagi,” kata Herlini.

UU
Pornografi, lanjut Herlini, bertujuan untuk memberikan pembinaan dan
pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat. Selain itu, UU ini juga
menjadi landasan hukum untuk melindungi warga negara dari pornografi,
terutama bagi anak dan perempuan serta mencegah berkembangnya pornografi
dan komersialisasi seks di masyarakat.

“Bahkan, pemerintah perlu
mengedukasi masyarakat terutama para remaja dan pelajar agar terhindar
dari kasus pornografi dan pornoaksi beserta dampaknya. Kita juga perlu
menginternalisasikan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan,” ujarnya.
(ant/hrb)

sumber : investordaily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here