Jum’at, 28 Oktober 2011 , 09:58:00 WIB

Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

HERLINI AMRAN/IST
  

RMOL.
Dengan jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai lebih dari 30 juta
jiwa, dan diperkirakan 13,7 juta jiwa adalah fakir miskin, maka UU
Pengelolaan Zakat diharapkan mampu menangani fakir miskin.

Menurut
anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
Herlini Amran, perkembangan zakat menunjukkan peningkatan yang
signifikan pasca kelahiran UU No 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat.
Perkembangan yang menggembirakan itu, antara lain, dengan tumbuhnya
kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui Lembaga Pengelola
Zakat (LPZ).

“Meningkatnya kesadaran berzakat menyebabkan semakin meningkatnya jumlah penghimpunan dana,” kata Herlini Amran kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 28/10).

Sebagaimana
hasil riset BAZNAS dan FEM IPB tahun 2011, kata Herlini, potensi zakat
mencapai Rp 217 triliun atau setara dengan 3,4 persen dari PDB
Indonesia. Dana ini bisa menjadi solusi mengatasi persoalan kemiskinan.

“Oleh karena itu dalam pelaksanaannya UU Pengelola Zakat bisa disinergikan dengan UU tentang Fakir Miskin,” demikian Herlini. [ysa]
sumber : rakyatmerdekaonline

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here