Kamis, 29 September 2011 16:49 WIB

Share
|



290911foto.11_.jpg
H. Gondo Raditya Gambiro Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Rabu (28/9) disambut saat berkunjung ke Kota Subulussalam.
SERAMBI/KHALIDIN
SUBULUSSALAM – Anggota DPR-RI
dari Komisi VIII bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan,
perlindungan anak, penanggulangan bencana dan amal zakat, Rabu (28/9)
melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Subulussalam. Kunjungan
tersebut guna melihat  langsung dampak gempa berkekuatan 6,7 Skala
Richter (SR) yang melanda daerah ini, awal bulan lalu.

“Kedatangan
kami ke Subulussalam secara sepesifik ini untuk melihat langsung dari
dekat lokasi bencana yang menimpa Subulussalam,” kata H Gondo Raditya
Gambiro, Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI dalam sambutannya.

Ia
berjanji hasil kunjungan ke Subulussalam akan menjadi bahan bagi
pihaknya untuk mengusulkan tindak lanjut pasca gempa Subulussalam
termasuk menampung aspirasi masarakat yang menjadi korban. Pemerintah
Kota Subulussalam juga disarankan agar segera mengajukan proposal ke
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ini adalah
kunjungan spesifik ke lokasi bencana yang merupakan bidang komisi VIII
dan hasil kunjungan ini akan menjadi bahan kami untuk mengusulkan ke
mitra kami BNPB,” ujar Gondo.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua
Komisi H Gondo Raditya Gambiro, juga memberikan bantuan untuk korban
gempa di Kota Subulussalam dan Aceh Singkil masing-masing senilai Rp 50
juta. Selain uang, Komisi VIII juga berjanji akan memberikan bantuan
peralatan logistik seperti kompor dan lauk pauk kepada para korban yang
mengungsi.

Usai melakukan pertemuan dengan pemerintah dan
masyarakat, Gondo yang juga politisi Partai Demokrat yang ditanyai
Serambi mengatakan, pihaknya akan mengupayakan rehabilitasi dan
rekonstruksi dampak gempa di Subulussalam tahun ini.

“Tapi
bagaimanapun komisi VII juga bukan satu-satunya pihak pengambil
keputusan, jadi nanti akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Yang
jelas kami sudah mendapat data dari pemerintah kami nanti akan
mengingatkan pemerintah kalau masalah ini cukup mendesak,” ujar H Gondo
Raditya Gambiro.

Selain melakukan pertemuan dengan masyarakat dan
pemerintah di aula setdako, rombongan komisi VIII juga meninjau lokasi
pengungsian di Perumnas, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.

Selanjutnya
rombongan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Mardhatillah di Desa
Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Di ponpes ini
sedikitnya 80-an santrinya belajar di tenda karena gedung yang selama
ini dipergunakan rusak akibat diguncang gempa. Rombongan menyempatkan
diri berbincang-bincang dengan para santri. Seperti yang dilakukan Hj
Ina Amnia dan Hj Dewi Coryati MSi. Dengan naluri seorang ibu, keduanya
merangkul dan berbincang-bincang dengan para santri dan anak-anak
pengungsi.

Rombongan Komisi VIII DPR RI tiba di Subulussalam
sekitar pukul 12.30 WIB dari Medan. Turut dalam rombongan H Syofwatillah
Mohzaib, Hj Yetti Heryati SH BA (Demokrat), H Fuad Zakaria SE KH, HM
Busro (Golkar), Hj Ina Amnia (PDI-P),  Hj Herlini Amran MA (PKS), Hj
Dewi Coryati MSi (PAN), Drs H Hasrul Azwar MM (PPP), Lukman Hakim
(Gerindra), dan  Tri Usmaniati SSos sekretariat DPR RI, serta sejumlah
staf kementerian Sosial, PU dan BNPB.(kh) 

sumber : tribunnews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here