04/10/2011 11:27

Liputan6.com, Jakarta:
Anggota DPR Herlini Amran memberikan apresiasi kepada jemaah haji asal
Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat. Menurutnya, ada 35 calon jemaah haji
yang akan berangkat. Sejak 1999, ini adalah kali pertama Kabupaten asal
pemekaran Padang Pariaman itu memberangkatkan calon jemaah haji.

Dalam rilis yang diterima liputan6.com di Jakarta, Selasa
(4/10), jemaah diberangkatkan melalui Embarkasi Padang. Mereka berangkat
bersama jemaah lain dari Provinsi Sumbar, Jambi, dan Bengkulu yang
berjumlah 7.870 orang.

Herlini menjelaskan, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan
pemerintah. Pertama, kondisi tempat tidur di asrama haji yang
bertingkat, sementara calon jemaah banyak yang sudah berumur. Tentu
mereka menjadi kesulitan untuk naik menempati tempat tidur bagian atas.
Sehingga tempat tidur yang bagian atas tidak terpakai.

Kedua, dirinya mendukung jemaah yang berangkat diprioritaskan yang
berumur. Namun musti diperhatikan juga pendampingnya. Walaupun Kabid
Haji sudah menitipkan mereka kepada ketua kloter atau ketua kKelompok,
namun tetap masih membawa kendala serius karena banyaknya jemaah dan
medan yang sulit. Terlebih, jika dapat pemondokan yang jauh.

Untuk itu, sebagai solusinya Herlini meminta Kementerian Agama dapat
mengatur mekanisme agar keluarga yang menjadi pendamping bisa berangkat
dalam kloter yang sama, tanpa dipisahkan.

Ketiga, terkait dengan calon jemaah yang mendapat kuota tambahan, perlu
dibuatkan mekanisme manasik haji supaya mereka memiliki pemahaman haji
yang memadai. Keempat, karena kompleksnya masalah bangsa, jemaah diminta
mendoakan kebaikan umat dan bangsa di Tanah Suci.

Kelima, agar petugas haji lebih memperhatikan jemaah yang memiliki
risiko tinggi. Sebab dalam satu kloter hanya memiliki seorang dokter dan
dua tenaga perawat.

“Keenam, Kemenag perlu memberikan panduan praktis bagi petugas kesehatan
sehingga mereka bisa menjalankan ibadah dengan tetap menunaikan tugas
mereka dengan baik,” ujar Herlini.

Musim haji 2011, Indonesia mendapatkan kuota 221 ribu jemaah (termasuk
kuota tambahan 10 ribu jemaah). Hal ini menunjukkan bahwa dari 237,6
juta jiwa penduduk Indonesia, yang berangkat haji di bawah 10 persen.
Sementara biaya naik haji rata-rata sebesar Rp 30.771.900, turun
dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 31.080.600.(ASW/ULF)

sumber : Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here