Riski Adam

06/10/2011 10:44 | Rokok

Liputan6.com, Jakarta: Jumlah perokok
anak berusia di atas 10 tahun sejak 2007 mengalami peningkatan.
Berdasarkan hasil riset dasar kesehatan Kementerian Kesehatan pada 2010
peningkatan prevalensi mencapai 28,2 persen. Untuk itu peran Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat diperlukan

Hal ini disampaikan anggota DPR Fraksi PKS Herlini Amran. Ia meminta
agar KPAI mencari solusi terhadap tingginya masalah perokok anak di
Indonesia.

“Kita semakin prihatin dengan adanya data yang disampaikan World Heath
Organization (WHO) yang menyatakan bahwa angka kematian akibat kebiasaan
merokok di Indonesia telah mencapai 400 ribu orang per tahun. Kenaikan
tertinggi sebesar empat kali lipat terjadi pada kelompok umum 5-9 tahun,
sedangkan peningkatan pada kelompok 15-19 tahun adalah 144 persen
selama periode 1994-2004,” ujarnya kepada liputan6.com, di Jakarta,
Kamis (6/10).

Herlini menjelaskan, dari penelitian Universitas Hamka dan Komnas Anak
pada 2007, hampir semua anak (99,7 persen) melihat iklan rokok di
televisi dan 68,2 persen memiliki kesan positif terhadap iklan rokok,
serta 50 persen remaja perokok lebih percaya diri seperti dicitrakan
iklan rokok selama ini.

Untuk itu, Herlini minta KPAI bisa menjadi terdepan di dalam mencari
solusi masalah perokok anak ini. Karena hal ini menyangkut masa depan
bangsa. “Kami minta KPAI bisa mengoptimalkan anggaran tahun 2012 ini
untuk menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Khususnya melalui institusi pendidikan dengan membuat media yang bisa
diakses publik”.

“KPAI juga perlu meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga
terkait karena program penanganan anak menyebar di 21
kementerian/lembaga. KPAI juga perlu melakukan penelaahan terkait
efektivitas program-program perlindungan anak yang telah dijalankan
selama ini, sehingga bisa memberikan rekomendasi untuk perbaikan,”
pungkas Herlini. (MEL)

sumber : Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here