Kamis, 06 Oktober 2011 10:32

Jakarta, FaktaPos.com
– Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran mempertanyakan peran Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam melindungi anak-anak
Indonesia terkait adanya data survei bahwa jumlah perokok anak yang
semakin mengkhawatirkan.

“Kita semakin prihatin dengan adanya
data yang disampaikan ‘World Heath Organization’ (WHO) yang menyatakan
bahwa angka kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia telah
mencapai 400 ribu orang per tahun,” ujar Herlini di Jakarta, Kamis,
(06/10).

Dikemukakannya, hasil riset dasar kesehatan Kementerian Kesehatan
tahun 2010 menyebutkan bahwa jumlah perokok anak berusia di atas 10
tahun sejak tahun 2007 mengalami peningkatan prevalensi mencapai 28,2
persen.

Kenaikan tertinggi sebesar 4 kali lipat terjadi pada
kelompok umum 5-9 tahun, sedangkan peningkatan pada kelompok 15-19
tahun adalah 144 persen selama periode 1994-2004.

Selanjutnya
dari penelitian Universitas Hamka dan Komnas Anak di tahun 2007,
menunjukkan hampir semua anak (99,7 persen) melihat iklan rokok di
televisi dan 68,2 persen memiliki kesan positif terhadap iklan rokok,
serta 50 persen remaja perokok lebih percaya diri seperti dicitrakan
iklan rokok.

Untuk itu, anggota DPR dari daerah pemilihan Kepri
ini minta KPAI bisa menjadi terdepan di dalam mencari solusi masalah
perokok anak ini, karena hal ini menyangkut masa depan bangsa.

“Kami minta KPAI bisa mengoptimalkan anggaran tahun 2012 ini untuk
menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya
melalui institusi pendidikan dengan membuat media yang bisa diakses
publik.

KPAI juga perlu meningkatkan koordinasi dengan
Kementerian dan Lembaga terkait karena program penanganan anak menyebar
di 21 kementerian atau lembaga.

Selain itu, ia menambahkan,
KPAI juga perlu melakukan penelaahan terkait efektifitas
program-program perlindungan anak yang telah dijalankan selama ini,
sehingga bisa memberikan rekomendasi untuk perbaikan. (atr/crs)

sumber : Faktapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here