Ilustrasi (Foto: Koran SI) 

Anton Suhartono – Okezone
Kamis, 6 Oktober 2011 10:39 wib 
Ilustrasi (Foto: Koran SI)

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
mengungkap bahwa angka akibat kebiasaan merokok di Indonesia mencapai
400 ribu orang. Angka perokok mengalami peningkata signifikan, tak
terkecuali di kalangan anak.

“Kenaikan tertinggi sebesar empat
kali lipat terjadi pada kelompok umur lima sampai sembilan tahun,
sedangkan peningkatan pada kelompok 15-19 tahun adalah 144 persen selama
periode 1994-2004,” beber Herlini Amran, anggota Komisi VIII DPR dalam
rilis yang diterima okezone, Kamis (6/10/2011).

Komisi
VIII juga mengutip hasil riset dasar kesehatan Kementerian Kesehatan
2010 yang menyebutkan bahwa jumlah perokok anak berusia di atas 10 tahun
mengalami peningkatan prevalensi mencapai 28,2 persen sejak 2007.

Dari
penelitian Uhamka dan Komnas Anak pada 2007, sebanyak 99,7 persen
melihat iklan rokok di televisi dan 68,2 persen memiliki kesan positif
terhadap iklan rokok, sementara 50 persen remaja perokok lebih percaya
diri seperti dicitrakan iklan rokok.

Untuk itu, Herlini minta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bisa mencari solusi menangani masalah perokok anak.

DPR,
lanjut Herlini, meminta KPAI mengoptimalkan anggaran 2012 untuk
mempublikasikan serta memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya
melalui institusi pendidikan, dengan membuat media yang bisa diakses
publik.

“KPAI juga perlu meningkatkan koordinasi dengan
kementerian dan lembaga terkait karena program penanganan anak menyebar
di 21 kementerian/ lembaga. KPAI juga perlu melakukan penelaahan terkait
efektifitas program-program perlindungan anak yang telah dijalankan
selama ini, sehingga bisa memberikan rekomendasi untuk perbaikan,” sebut
anggota DPR dari Fraksi PKS ini.

(ton)

sumber : okezone 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here