NASIONAL – HUMANIORA

Rabu, 26 Oktober 2011 , 12:35:00

JAKARTA
– Anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran, meminta pemerintah untuk
lebih serius menangani haji non kuota. Menurutnya, penanganan secara
proaktif itu sangat penting karena menyangkut nama baik dan citra
bangsa Indonesia di mata Internasional. Keberadaan jamaah haji non
kuota jelas sangat mengganggu konsentrasi petugas haji, bahkan dapat
menurunkan citra penyelenggaraan haji Indonesia.

“Apalagi Pemerintah Arab Saudi juga mengeluhkan keberadaan jamaah
nonkuota karena berpotensi mengganggu kenyamaan jamaah lain,” kata
Herlini Amran kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/10).

Menurut Herlini, permasalahan haji non kuota  setiap tahun selalu
terjadi dan terus berulang. Pemerintah dapat mengatasi persoalan ini
baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. “Di dalam negeri,
Kementerian Agama perlu mengoptimalkan kerjasama dengan Kementerian
Hukum dan HAM terkait dengan keimigrasian sehingga keberangkatan jamaah
haji non kloter bisa diatasi sejak sebelum keberangkatan. Selain itu,
pemerintah perlu memberikan sangsi kepada pihak yang memberangkatkan
karena telah memberangkatkan calon jamaah haji di luar kuota yang
ditetapkan pemerintah. Apalagi calon jamaah haji yang diberangkatkan
menjadi terlantar,” jelasnya.

Sedangkan di saat berada Arab Saudi, imbuh dia, pemerintah perlu
mengoptimalkan peran Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI). Dengan begitu,
kata dia lagi, jika terbukti sudah mengganggu calon jamaah haji serta
melanggar hukum,  maka KMHI bisa memulangkan kembali ke tanah air.

“Munculnya jamaah non kuota ini bermula dari panjangnya daftar tunggu
kuota haji sehingga ada pihak yang memanfaatkan situasi itu dengan
memberangkatkan calon haji nonkuota. Calon jamaah haji waiting list ini
sudah mencapai 1,4 juta jiwa. Bagi mereka yang tidak ingin menunggu
lama, maka haji nonkouta mengambil jalan pintas. Sebab tidak melalui
pendaftaran di Kementerian Agama, sehingga nama mereka tidak terdaftar
baik pada jamaah haji regular maupun ONH Plus,” papar politisi PKS asal
Kepri ini.(fuz/jpnn)

sumber : jpnn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here