REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Anggota Komisi VIII DPR
RI Herlini Amran menyayangkan hingga saat ini Peraturan Pemerintah (PP)
Tentang Pornografi belum juga terbit, sementara Undang-Undang No. 44
Tahun 2008 tentang Pornografi telah disahkan sejak tahun 2008.

Menurut Herlini di Jakarta, Jumat, Undang-Undang Anti Pornografi
ini secara jelas memberikan amanat kepada pemerintah untuk menerbitkan
tiga peraturan pemerintah. “PP Pornografi terkait dengan tiga
kementerian yakni Kementerian Agama, Kementerian Perlindungan Perempuan
dan Perlindungan Anak serta Kementerian Komunikasi dan Informatika,”
ujarnya.

“Sebagaimana diketahui Mahkamah Konstitusi telah menolak gugatan
sebagian pihak untuk membatalkan sebagian pasal UU Pornografi karena
tidak bertentangan dengan UUD 1945, artinya keberadaan UU ini sangat
penting bagi kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Namun, ia menambahkan, sangat disayangkan pemerintah sangat lambat
dalam menindaklanjuti penerbitan Peraturan Pemerintah. DPR minta
pemerintah segera menerbitkan PP nya sehingga UU ini bisa
diimplementasikan.

Anggota Fraksi PKSI Dapil Kepulauan Riau ini berharap kedepan dengan
terbitnya Peraturan Pemerintah bisa menjadi solusi atas terjadinya
kasus-kasus pornografi dan pornoaksi yang marak terjadi di tengah-tengah
masyarakat baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah (PP) adalah Peraturan
Perundang-undangan di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden untuk
menjalankan UU sebagaimana mestinya. Peraturan Pemerintah
berfungsi sebagai aturan organik daripada Undang-Undang.

Lebih lanjut Herlini mengatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat
ketiga yang banyak mengakses pornografi. Hal ini diperkuat dengan data
yang mencengangkan dari sebuah LSM yakni Yayasan Kita dan Buah Hati.
Hasil survei menunjukan, anak-anak belia selama ini mengakses pornografi
melalui komik (24 persen), situs internet 22 persen, permainan 17
persen, film yang ditayangkan televisi 12 persen, melalui telepon
genggam 6 persen, majalah 6 persen, dan melalui koran 5 persen.

Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: Antara

sumber : republikaonline

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here